Site icon BALIOKE.CO

Guru BK dan OPD Bahas Sistem Layanan Pendidikan Anti Kekerasan di Denpasar

BALIOKE.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Denpasar bekerja sama dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Focus Group Discussion (FGD) I penelitian bertajuk “Sistem Layanan Pendidikan Anti Kekerasan Berbasis Neurosains dan Budaya Bali di Kota Denpasar.”

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) di Ruang Rapat BRIDA Kota Denpasar ini menjadi bagian dari upaya menyusun model layanan pendidikan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya guru Bimbingan dan Konseling (BK), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar. Hadir mewakili instansi tersebut, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, I Ketut Agus Indra Diatmika, S.Kom., M.Kom.

Diskusi difokuskan pada penghimpunan masukan dari para peserta sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan dan pengembangan penelitian. Berbagai pengalaman, praktik baik, serta rekomendasi dibahas untuk merancang sistem layanan pendidikan yang mengintegrasikan pendekatan neurosains dengan nilai-nilai budaya Bali.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghasilkan model layanan pendidikan yang tidak hanya efektif dalam mencegah kekerasan di lingkungan sekolah, tetapi juga selaras dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat Bali.

Melalui penelitian ini, BRIDA Kota Denpasar bersama Undiksha berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan dan inovasi pendidikan yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.(***)

Exit mobile version