Site icon BALIOKE.CO

Hari Jadi Provinsi Bali 2026, Diskominfos Optimalkan Publikasi Lomba Mixologi dan Flair

BALIOKE.CO – Pemerintah Provinsi Bali terus mematangkan persiapan pelaksanaan Lomba Mixologi dan Flair (MixoFlair) yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lanjutan yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali di Kantor Disperindag Bali, Selasa (4/8).

Rapat koordinasi dihadiri sejumlah perangkat daerah dan mitra strategis, di antaranya Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Biro Umum Setda Provinsi Bali, Bank BPD Bali, Perumda Kerta Bali Saguna, Asosiasi Tresnaming Arak Brem Bali, serta DoctorBar yang merupakan Asosiasi Bartender Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah dukungan publikasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Diskominfos Provinsi Bali dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat komunikasi publik melalui berbagai kanal informasi pemerintah sehingga pelaksanaan kegiatan dapat dikenal lebih luas sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Selain strategi publikasi, rapat juga membahas kesiapan teknis pelaksanaan lomba, pembagian tugas antarinstansi, hingga dukungan akomodasi bagi para pemenang yang berpeluang mewakili Indonesia dalam ajang bartender tingkat internasional di Las Vegas dan Polandia pada tahun 2026.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Lomba Mixologi dan Flair (MixoFlair) akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 di Gedung Kerta Sabha, sementara technical meeting bagi peserta dijadwalkan berlangsung sehari sebelumnya, yakni 8 Agustus 2026.

Pemerintah Provinsi Bali berharap penyelenggaraan lomba dapat berlangsung lancar, profesional, dan mampu menjadi wadah promosi industri kreatif berbasis minuman khas Bali. Melalui kegiatan ini, potensi produk lokal seperti arak dan brem Bali diharapkan semakin dikenal, sekaligus meningkatkan daya saing industri kreatif daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, asosiasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci sukses penyelenggaraan ajang tersebut, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai daerah yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.(***)

Exit mobile version