oleh

Bapak Bangsa, Warga Dan Para Aktivis Indonesia

Saya bersyukur mengenal dan bisa menimba ilmu langsung ke beliau. Sosok pembelajar sekaligus mentor ulung untuk banyak aktivis muda Indonesia.

Sebagai KOREA_meminjam istilah bambang pacul, kami sering “ngaji” banyak hal ke beliau. Sekali duduk ngariung bisa 2 s/d 4 sks_kalau waktu beliau sedang senggang. Temanya macam-macam: soal politik, kepemudaan-kepelajaran, ekonomi-bisnis bahkan ilmu “yahana-yahanu” yang tak diajarkan di kampus atau padepokan manapun sebagai syarat MELENTING.

Baca Juga  TBF Akui Kelalaian, Vihara Vajra Vijaya Citta Desak Permintaan Maaf dan Sanksi untuk Penyebar Hoaks

Banyak prinsip-prinsip dasar dan nilai yang beliau tanamkan pada kami anak-anak muridnya. Salah satunya dan yang beliau jalankan sendiri dalam keseharian hidup beliau adalah nilai pada falsafah Jawa:

“Mikul dhuwur mendem jero”. Falsafah Jawa yang berarti menjunjung tinggi kebaikan atau kehormatan (orang tua, guru, atau pemimpin) dan mengubur dalam-dalam aib serta keburukan masa lalu.

Baca Juga  Buka Muswil 3 KKSS PB, Gubernur: Warga KKSS Ada Dimana-mana, Tidak Kemana-mana, dan Sudah Beri Kontribusi Membangun Papua Barat

Prinsip ini juga yang menurut keyakinan kami menjadikan beliau tetap tegak berdiri kokoh sebagai bapak bangsa warga dan para akitivis Indonesia.

Hari ini beliau berulang tahun yang ke 58. Kami doakan beliau tetap sehat, dimudah-lancarkan dalam mengemban tugas dan dilindungi-rahmati dalam hidup dan pengabdian. Aamiin 7x sekali napas.

Ahmad Jojon Novandri

Baca Juga  Masa Depan Digital Kita Suram?

News Feed