oleh

INRA Expo 2026 : Pertegas Posisi Indonesia Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia Islam

Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KBPII), Nasrullah Larada, mengatakan INRA Expo 2026 dirancang sebagai platform strategis untuk memрerkuat diplomasi ekonomi, memperluas jejaring industri halal dan kreatif serta mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia Islam.

Hal ini disampaikan Nasrullah Larada dalam sosialisasi program KB PII yang akan menggelar Indonesia Ramadhan Expo 2026 (INRA Expo 2026) di SMESCO Exhibition and Convention Hall, Jakarta Selatan, 4-8 Maret 2026, program ini bekerja sama dengan Yayasan Rumah Peradaban Bangsa.

“Melalui INRA 2026 diharapkan lahir sinergi global yang mendorong kemandirian ekonomi nasional berbasis nilai-nilai peradaban dan keadilan sosial,” papar Ketua Umum KBPII, Nasrullah Larada di Jakarta, Sabtu 21 Februari 2026.

Baca Juga  Kompolnas Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di SPN Bukit Kaba

Selanjutnya kata Nasrullah Larada, dunia saat ini tengah bergerak menuju tatanan ekonomi baru yang menekankan pada nilai-nilai berkelanjutan, inklusivitas dan nilai-nilai berbasis etika.

Dalam konteks ini, lanjut Nasrul ekonomi halal dan industri kreatif menjadi dua sektor strategis yang berpotensi besar menjadi motor pertumbuhan baru.

“Transformasi ekonomi global membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusinya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan sumber daya ekonomi yang melimpah” ungkap Nasrul.

Namun, lanjut Nasrul peluang besar ini juga diiringi tantangan serius mulai dari kesenjangan digital, lemahnya konektivitas antar pelaku usaha lintas negara, hingga rendahnya penetrasi produk halal Indonesia di pasar internasional.

Baca Juga  Mariojela Kembangkan Minyak Jelantah Menjadi Wax Sachet

Karena itu menurut ketum KBPII ini, diperlukan ruang kolaborasi berskala internasional yang mampu mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat global dalam membangun ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. “Di sinilah urgensi penyelenggaraan Indonesia Ramadhan Expo 2026 (INRA 2026),” tegasnya.

Penyelenggaraan INRA 2026 melibatkan 8 kementerian, yakni Kementerian Agama, Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata serta Kementerian Haji dan Umroh.

Selain itu INRA 2026 juga melibatkan Badan Pengelola Investasi Danantara, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) serta Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS).

Baca Juga  Komunitas Pecel Lele dan Soto Lamongan Jagokan Prabowo Gibran. Presiden KAI: Yes Bro!!!

Dari kalangan organisasi, KBPII melibatkan KADIN, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Wanita Islam (WI), Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Kemandirian Umat (LAZISKU), HALAL-IN, Gerakan Nasional Anak Betawi (GENAB) dan Indonesian Fashion Chamber.

Sejumlah agenda acara juga telah disusun dalam rangkaian INRA 2026 seperti Kajian Islami, Forum Bisnis, Diskusi Panel, Talkshow, Workshop dan Buka Bersama Para Tokoh Bangsa.*

News Feed