BALIOKE.CO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Denpasar terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya membangun karakter serta mendukung proses rehabilitasi. Melalui Penyuluh Agama Islam, H. M. Taufiq Maulana, S.Sy., M.H., Kemenag Denpasar menggelar pembinaan akidah di Masjid At-Taubah, Lapas Laki-Laki Kelas IIA Kerobokan, Bali.
Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut berfokus pada penguatan fondasi keimanan melalui kajian kitab klasik Sullam Taufiq. Kitab tersebut dipilih karena memuat dasar-dasar akidah, fikih, dan akhlak yang dinilai relevan sebagai bekal pembinaan bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Menurut H. M. Taufiq Maulana, pembinaan keagamaan tidak hanya bertujuan menambah wawasan keislaman, tetapi juga membangun keteguhan iman dan karakter yang menjadi modal penting dalam proses perubahan diri.
“Melalui program pembinaan rutin ini, para jemaah warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan ilmu agama, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan mental yang tangguh dalam menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan akidah diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran beribadah secara konsisten sekaligus membentuk sikap hidup yang lebih baik. Nilai-nilai yang dipelajari selama pembinaan diharapkan menjadi pedoman ketika warga binaan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan karena tidak hanya menyentuh aspek pengetahuan keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan cara pandang warga binaan terhadap kehidupan.
Pihak Lapas Laki-Laki Kelas IIA Kerobokan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Pembinaan keagamaan dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat rehabilitasi mental sehingga warga binaan memiliki kesiapan yang lebih baik saat kembali berinteraksi dengan masyarakat.
Sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pemasyarakatan tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pembinaan yang lebih komprehensif. Selain memperkuat aspek spiritual, program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak, serta mampu berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Kemenag Kota Denpasar berharap warga binaan tidak hanya mengalami perubahan selama berada di dalam lapas, tetapi juga memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat untuk menjalani kehidupan secara produktif dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan setelah kembali ke masyarakat.

