oleh

Kemenag Denpasar Rangkul Pendidik, Perkuat Sinergi Pendidikan Agama Hindu

BALIOKE.CO – Memperkuat komunikasi dan membangun sinergi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Hindu di Kota Denpasar. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan temu kenal dan koordinasi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. Tia Sastrina, S.T., M.M., bersama jajaran Seksi Pendidikan Hindu, pengurus dan anggota KKG, MGMP, serta Widya Acarya, yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, bertempat di Ruang Koordinasi Wisma Iksa Samkertha, Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar.

Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi bersama antara Kementerian Agama dengan para pendidik untuk menyatukan persepsi, menyampaikan informasi dan kebijakan terbaru, sekaligus menggali berbagai kebutuhan serta permasalahan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Pembahasan diarahkan pada berbagai program dan kegiatan Pendidikan Agama Hindu. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan pemberkasan dan penyampaian dokumen administrasi secara daring sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas, ketertiban, dan efisiensi administrasi.

Baca Juga  Prof Abdul Latif Bahas Tantangan Hukum dan Tanggung Jawab AI dalam Bedah Buku “Post-Human Era dan Hukum 5.0” di UIB

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. Tia Sastrina, S.T., M.M., menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan.KKG dan MGMP didorong untuk semakin aktif menjadi wadah pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru. Sementara itu, sinergi antara Kementerian Agama, KKG, MGMP, dan Widya Acarya perlu terus diperkuat agar setiap program Pendidikan Agama Hindu dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Baca Juga  Akbar Tandjung: Kematangan Azis Syamsuddin Modal Besar Bagi Kemajuan Kosgoro dan Golkar

Selain itu, masukan dan permasalahan yang disampaikan para pendidik akan terus ditampung dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Hasil koordinasi juga akan menjadi bahan dalam penyusunan program kerja berikutnya.Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terciptanya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu yang berkualitas, kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan mutu Pendidikan Agama Hindu bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pendidik, organisasi profesi, dan seluruh unsur pendidikan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang semakin baik.(***)

Baca Juga  Bersih Rumah Ibadah, Cara Umat Buddha Wujudkan Syukur Kemerdekaan

 

News Feed