oleh

Lewat Badung Celang, TPAKD Perkuat Literasi Keuangan dan Kewaspadaan Digital

MAJALAHTERAS.COM – Pengelolaan keuangan keluarga kini tak cukup hanya soal mengatur pemasukan dan pengeluaran. Masyarakat juga perlu cermat memilih layanan keuangan dan mengenali berbagai modus kejahatan digital.

Hal ini menjadi fokus Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Badung melalui Program Badung Celang (Masyarakat Badung Cerdas Mengelola Keuangan). Edukasi kali ini menyasar pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Balai Budaya, Gedung Giri Nata Mandala Puspem Badung, Rabu (26/8/2026).

Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Badung Celang yang dinilai memiliki manfaat nyata dalam mendukung pengelolaan keuangan di lingkungan keluarga.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan keluarga. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung dan mengatur uang, tetapi juga bagaimana keluarga mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab”,ujarnya

Baca Juga  Munawar Khalil Pimpin PRIMA DMI

Sebagai perempuan, lanjut Oliviana, sebagai ibu, maupun sebagai anggota keluarga, kita memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kebiasaan keuangan yang sehat di rumah.

“Yang kita dapatkan hari ini, mari kita bagikan kepada suami, anak-anak, keluarga, dan lingkungan sekitar. Mari kita menjadi keluarga yang cerdas mengelola keuangan, bijak dalam mengambil keputusan, serta waspada terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, penipuan digital, dan berbagai bentuk kejahatan keuangan lainnya,” pungkasnya.

Baca Juga  Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media

Sementara, Kabag Perekonomian Setda Badung I Ketut Sudibia mengatakan Badung Celang merupakan bagian dari komitmen Pemkab Badung melalui TPAKD untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nama “Celang” diambil dari bahasa Bali yang bermakna waspada dan cermat dalam melihat situasi. Filosofi tersebut menjadi dasar program untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan sekaligus mampu mengenali risiko layanan dan produk keuangan.

“Melalui program ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemilihan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta upaya pencegahan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, penipuan digital, dan berbagai bentuk kejahatan keuangan lainnya,” kata Sudibia.

Dalam sosialisasi tersebut, OJK Provinsi Bali memberikan edukasi mengenai kejahatan keuangan. Sementara PT Pegadaian Kantor Cabang Mengwi menyampaikan materi mengenai akses dan edukasi keuangan.  Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab bersama narasumber.

Baca Juga  Kejati DKI Terbaik Dalam Kualitas Pelaporan Kinerja dan Anggaran 2021

Sudibia berharap pelaksanaan Badung Celang secara berkelanjutan dapat mendorong masyarakat menggunakan layanan keuangan secara cerdas, aman, legal, dan produktif.

“Dengan literasi keuangan yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu memilih dan memanfaatkan produk keuangan secara tepat sehingga dapat memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung,” pungkasnya.

Kegiatan juga melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk Diskominfo Badung dalam mendukung penyebarluasan edukasi melalui media digital serta DP2KBP3A Badung dalam penguatan kapasitas perempuan dan ketahanan ekonomi keluarga.

 

News Feed