oleh

Melirik Potensi Pohon Enau Silangjana: Dari Tuak Manis Hingga Gula Semut

BALIOKE.CO – Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, menyimpan potensi ekonomi kerakyatan yang kuat melalui sektor pertanian dan perkebunan. Berada di wilayah topografi dataran tinggi dengan ketinggian antara 400 hingga 500 meter di atas permukaan laut, desa ini terbagi menjadi dua wilayah utama dengan karakteristik komoditas yang khas.

Ditemui di kantornya, Perbekel Desa Silangjana, Komang Suparma, menjelaskan bahwa wilayah desa bagian bawah atau yang dikenal sebagai Banjar Dinas Delod Margi didominasi oleh hamparan persawahan yang luas. Sementara itu, wilayah bagian atas atau Banjar Dinas Dajan Margi sebagian besar warganya menggeluti bidang perkebunan, mulai dari cengkeh, durian, manggis, hingga pemanfaatan pohon enau/ jaka, Jumat, (2/10).

Potensi perkebunan pohon enau di Desa Silangjana digarap secara serius oleh warga melalui pembentukan kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tercatat sudah ada dua kelompok UMKM yang masing-masing beranggotakan 30 hingga 40 warga, di mana sekitar dua puluh lima persen warga di Banjar Dinas Dajan Margi berperan aktif sebagai pengrajin gula aren.

Baca Juga  Kemenag Denpasar Perkuat Pembinaan Akidah Warga Binaan di Lapas Kerobokan

Perbekel Suparma menerangkan, olahan nira enau di desanya menghasilkan tiga produk unggulan yang memiliki kualitas rasa yang tidak kalah dengan desa lainnya di Buleleng maupun di Bali. Produk itu adalah tuak manis, gula aren dan gula semut. “Mungkin masyarakat yang pernah datang pada acara pasar pangan lokal di Singaraja sering menjumpai tuak manis dan gula aren. Nah itu adalah olahan kelompok UMKM kami. Setahu saya, produk UMKM kami laris manis bahkan banyak masyarakat luar desa sengaja datang ke Silangjana untuk membeli tuak manis dan gula aren,” ujarnya bangga.

Baca Juga  PUB Pandeglang Peduli Kemanusiaan Berikan Bantuan Langsung Korban Rumah Roboh

Khusus untuk produk gula semut, pihaknya mengaku pengolahannya tidak dilakukan setiap hari, melainkan sesuai permintaan konsumen. Cenderung pesanan gula semut Silangjana didominasi oleh pihak hotel.

Perbekel Suparma tidak memungkiri bahwa produk olahan nira enau Silangjana masih memiliki kekurangan dalam hal pengembangan kemasan serta pengembangan pasar secara digital. Ditegaskan, meski memiliki antusiasme warga yang tinggi, para pelaku UMKM di Desa Silangjana masih menghadapi kendala utama dalam hal pemasaran yang terbatas pada lingkup pasar tradisional. Terkait itu, Pemerintah Desa Silangjana berharap ke depannya produk lokal ini dapat terbantu melalui digitalisasi pemasaran, baik lewat website maupun media sosial. Selain itu, penguatan aspek branding dan kepemilikan hak paten menjadi prioritas penting agar produk UMKM gula aren Silangjana memiliki nilai tambah di pasaran yang lebih luas.

Baca Juga  Diterpa Hoaks, Vihara Vajra Vijaya Citta Pertimbangkan Jalur Hukum

Disinggung terkait pelestarian pohon enau, pihaknya telah mengambil langkah nyata melalui  kerjasama dengan instansi terkait seperti BKAD Buleleng serta PDAM Kabupaten Buleleng. Sebelumnya telah mendistribusikan bantuan bibit pohon enau untuk dibudidayakan kembali oleh masyarakat. “Kami berharap adanya sinergi dan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, khususnya dalam memfasilitasi perluasan pasar melalui digitalisasi, penguatan merek (branding), serta legalitas hak paten produk, guna mendongkrak kesejahteraan dan perekonomian warga Desa Silangjana,” harap Perbekel Suparma.

News Feed