oleh

Pemuda Buleleng Didorong Hadirkan Gagasan dan Aksi Nyata bagi Daerah

BALIOKE.CO – Kemerdekaan bagi generasi muda tidak cukup dimaknai sebagai bebas dari penjajahan. Di era digital dan demokrasi saat ini, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kemampuan untuk berdaya, keberanian untuk berkarya, serta kesanggupan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng bertajuk “Merdeka Versi Generasi Muda: Berdaya, Berkarya dan Berdampak”, di Ruang Seminar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha Singaraja, Senin (31/8).

Menurut Supriatna, tema tersebut menjadi momentum untuk mengajak generasi muda memaknai kemerdekaan secara lebih konkret. Berdaya berarti pemuda memiliki pengetahuan, kemampuan, karakter, integritas, dan kepercayaan diri untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Sementara berkarya, lanjutnya, berarti keberanian generasi muda mengembangkan kreativitas, inovasi, gagasan, serta berbagai potensi yang dimiliki. Yang terpenting, setiap karya tersebut harus mampu memberikan dampak dan manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga, masyarakat, daerah, hingga bangsa.

Baca Juga  Ahli Pidana Tim Perumus RUU KUHP Memberi Keterangan Sebagai Saksi Dalam Sidang Lanjutan Anthony Hamzah

“Yang paling penting, merdeka untuk berdampak. Artinya, setiap karya dan gagasan tidak berhenti pada kepentingan pribadi, tetapi mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa,” tegasnya.

Supriatna juga menyoroti besarnya peran pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas menentukan pilihan, kritis dalam menyikapi informasi, serta memiliki integritas dalam menjalankan hak dan kewajiban politik.

Terlebih di tengah derasnya arus informasi digital, pemuda dihadapkan pada berbagai tantangan seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi hingga politik uang yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi dan persatuan masyarakat. Karena itu, ia mengajak pemuda Buleleng agar tidak mudah terprovokasi maupun mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan gunakan media sosial untuk memecah persatuan. Gunakan ruang digital sebagai ruang untuk berkarya, berdiskusi, berkolaborasi, dan menyebarkan energi positif,” ajaknya.

Baca Juga  ​Wujudkan Kepedulian Sosial, Karyawan PT IPC TPK Salurkan Zakat Melalui LAZISKU untuk Masyarakat Jakarta Utara

Lebih jauh, Wabup Supriatna mengingatkan bahwa kebebasan selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Kebebasan berpendapat harus disertai etika, kebebasan berekspresi harus diikuti tanggung jawab, sementara kebebasan menggunakan teknologi harus dibarengi kesadaran hukum.

Dalam kehidupan demokrasi, kebebasan juga harus tetap berlandaskan Pancasila, konstitusi, semangat persatuan, serta penghormatan terhadap kebhinekaan. “Generasi muda tidak hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat karakter, sadar hukum, peduli terhadap lingkungan sosial, menghargai perbedaan, serta memiliki semangat gotong royong,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, KPU, Bawaslu, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, partai politik, dunia usaha, media, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.

Dalam konteks tersebut, FGD bersama OKP se-Kabupaten Buleleng diharapkan tidak berhenti sebagai forum bertukar pandangan. Lebih dari itu, forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan segar yang dapat diterjemahkan menjadi langkah dan aksi nyata bagi kemajuan daerah.

Baca Juga  Acara Bukber Perkumpulan Urang Banten, 8 Maret 2026 Di Ball Room, Hotel Le Dian, Kota Serang

“Saya berharap dari forum ini lahir gagasan-gagasan segar yang dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata, bukan berhenti sebagai diskusi. Mari kita berikan ruang kepada generasi muda untuk tumbuh, berkreasi, berinovasi, dan mengambil keputusan,” kata Supriatna.

Mengakhiri sambutannya, Wabup Buleleng menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng yang telah menyelenggarakan FGD tersebut. Ia berharap forum tersebut dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kontribusi pemuda dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan dan Dekan FHIS Universitas Pendidikan Ganesha, Prof. Dr. I Nengah Suastika serta diikuti 100 peserta dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng.

 

News Feed