oleh

Pengembangan Potensi Wisata Petik Anggur Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa

BALIOKE.CO – Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, mulai menawarkan pengalaman wisata melalui budidaya anggur. Berlokasi di Banjar Sandikerta, Jalan Asem Kembar, kebun anggur yang dikenal dengan nama Krisna Grape tersebut menghadirkan sejumlah varietas anggur impor yang bisa langsung dinikmati pengunjung.

Pengelola Krisna Grape, Made Sujana yang akrab disapa Bli Kadek, saat dihubungi Rabu, (21/10) mengatakan, ide mengembangkan kebun anggur impor muncul dari keinginannya memperkenalkan potensi pertanian Desa Pejarakan yang tidak hanya mengandalkan anggur lokal.

“Desa Pejarakan bukan hanya tentang memperkenalkan anggur lokal. Kami ingin memperkenalkan juga anggur impor, dengan setiap lokasi memiliki varian yang berbeda,” ujar Made Sujana.

Saat ini terdapat sejumlah varietas anggur impor yang dikembangkan, di antaranya Taldun, Julian, Everest, dan Akademik. Masing-masing memiliki karakter rasa dan tekstur yang berbeda. Pengunjung juga diberikan kesempatan untuk mencicipi buah terlebih dahulu sebelum memutuskan memetik atau membelinya. Dengan cara tersebut, wisatawan dapat merasakan langsung perbedaan karakter dari setiap varietas anggur yang tersedia.

Baca Juga  Deddy Mizwar Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum PPFI 2023 - 2028

“Setiap varian rasanya berbeda, teksturnya juga berbeda. Jadi sebelum petik, pengunjung boleh mencicipi terlebih dahulu. Biar mereka sendiri yang merasakan dan memilih,” jelasnya.

Sejak dibuka untuk umum, kebun anggur tersebut mendapat respons positif. Menurutnya, jumlah pengunjung yang datang telah mencapai lebih dari ratusan orang. Untuk berkunjung, wisatawan disarankan terlebih dahulu menghubungi pengelola melalui WhatsApp untuk mendapatkan lokasi atau share location. Hal ini karena lokasi kebun berada di kawasan pedesaan dan tidak berada tepat di pinggir jalan utama.

Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, Krisna Grape juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi anak-anak. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses budidaya hingga menikmati buah anggur yang tumbuh di kawasan pedesaan Pejarakan.

“Harapannya keluarga ramai-ramai datang ke sini. Anak-anak bisa belajar dan tahu bahwa di Desa Pejarakan, ketika masuk ke pedesaan, ternyata ada buah anggur impor yang dibudidayakan,” katanya.

Baca Juga  Soroti penyelewengan dana CSR, Universitas Jayabaya gelar FGD internasional bahas penguatan tata kelola

Dari sisi produksi, panen anggur dilakukan sekitar tiga bulan sekali. Dalam setiap periode panen, omzet yang diperoleh berkisar Rp18 juta bahkan lebih. Namun, budidaya anggur juga menghadapi tantangan, terutama faktor cuaca. Saat musim hujan, proses pembuahan menjadi lebih sulit dan tingkat kemanisan buah cenderung menurun. Sebaliknya, pada musim panas, produksi buah lebih baik dan rasa manis anggur lebih optimal.

Untuk menikmati wisata petik anggur ini, pengunjung dewasa dikenakan tiket masuk Rp10 ribu per orang, sedangkan anak-anak usia di atas lima tahun dikenakan Rp5 ribu. Anak-anak di bawah lima tahun tidak dikenakan biaya. Tiket tersebut sudah termasuk kesempatan mencicipi anggur.

Sementara itu, harga anggur yang dipetik dan dibeli pengunjung dipatok Rp80 ribu per kilogram untuk seluruh varietas yang tersedia.

Made Sujana berharap keberadaan wisata anggur tersebut dapat diterima masyarakat dan semakin dikenal, khususnya oleh para pencinta buah anggur. Ia juga berharap pengunjung datang langsung ke kebun karena saat ini pihaknya belum mampu memenuhi permintaan pembelian secara daring maupun sistem cash on delivery (COD) dalam jumlah besar.

Baca Juga  Kasad Jenderal Dudung Lakukan Audiensi Dengan Kepala Vihara Ekayana

“Kalau ada permintaan banyak melalui online, kami belum bisa melayani. Jadi saya berharap para pencinta anggur datang langsung ke sini, mencicipi dan merasakan sendiri buahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Pejarakan, I Made Astawa, mengatakan pemerintah desa berkomitmen mendukung pengembangan potensi usaha masyarakat, khususnya budidaya anggur yang mulai dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Dukungan tersebut dilakukan melalui pendampingan, fasilitasi promosi, serta mendorong para pelaku usaha dan petani anggur untuk membangun kelompok agar pengelolaan dan pemasaran dapat dilakukan lebih luas. Pemerintah desa juga berupaya membantu memperkenalkan potensi wisata petik anggur melalui media informasi desa serta memfasilitasi akses pengunjung menuju lokasi kebun.

Menurutnya, pengembangan wisata berbasis pertanian diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

News Feed