oleh

Pramuka Badung Perkuat Pembinaan Karakter, Bidik Generasi Emas 2045

BALIOKE.CO – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Badung memperingati Hari Pramuka ke-65 dengan menggelar upacara di Lapangan Binaraga Dalung, Kuta Utara, Kamis (27/8/2026). Momentum ini menjadi pengingat pentingnya membentuk generasi muda yang kreatif, cerdas, dan berkarakter sebagai bekal menuju Generasi Emas 2045.

Upacara dipimpin Kepala Disdikpora yang juga Ketua Harian Kwarcab Badung, I Gusti Made Dwipayana, SH, M.Si., mewakili Ketua Kwarcab Badung. Dwipayana mengatakan peringatan Hari Pramuka sebenarnya jatuh pada 14 Agustus. Namun, upacara di Badung baru digelar hari ini karena bertepatan dengan rangkaian HUT Provinsi Bali serta pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka di Jakarta.

Baca Juga  Anugerah Kebudayaan PWI 2022 di Kendari

“Dengan kegiatan Pramuka ini kita berharap lahir generasi muda Badung yang kreatif, berkarakter, dan cerdas untuk persiapan Generasi Emas 2045,” katanya.

Pramuka, lanjut Dwipayana, tidak hanya mengajarkan kegiatan kepanduan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter anak-anak. Nilai-nilai positif yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada lingkungan sekitar.

“Di Pramuka diajarkan anak-anak supaya memiliki karakter yang kuat. Mereka juga diharapkan bisa menularkan pola-pola hidup yang bermanfaat kepada teman-temannya maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia berharap anggota Pramuka mampu menjadi contoh positif bagi teman-temannya. Dengan begitu, semakin banyak anak yang terdorong untuk membangun karakter baik dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Baca Juga  Hadiah SMSI Untuk Masyarakat Peringati HPN 2021

Di sisi lain, minat anak-anak di Badung untuk mengikuti Pramuka disebut semakin tinggi. Salah satu faktornya adalah adanya pengakuan terhadap penghargaan Pramuka dalam proses penerimaan peserta didik pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Mulai tahun ini penghargaan Pramuka diakui dalam penerimaan sekolah atau SPMB ke tingkat yang lebih tinggi. Jadi minat anak-anak untuk mengikuti Pramuka luar biasa,” ungkap Dwipayana.

Meski demikian, pihaknya meminta peningkatan minat tersebut diikuti dengan kualitas pembinaan. Para pembina dan pelatih Pramuka didorong lebih kreatif dalam mengemas kegiatan agar anak-anak tidak merasa bosan.

Baca Juga  UMJ Luncurkan Beasiswa Peduli untuk Yatim Piatu

“Para pembina dan pelatih harus lebih kreatif dan menarik dalam memberikan pembinaan. Jangan monoton hanya itu-itu saja. Materi kepramukaan harus disampaikan dengan cara yang menarik, sehingga anak-anak tertarik datang dan ikut Pramuka,” tegasnya.

Ia ingin kreativitas para pembina dan pelatih dapat membuat Pramuka semakin dekat dengan generasi muda.

“Dengan kegiatan yang menarik sekaligus sarat nilai karakter, Pramuka dipastikan terus menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Badung untuk menyongsong Generasi Emas 2045”,tutup Dwipayana.

 

News Feed