oleh

Ubah Pola Reaktif Jadi Preventif, Dinas Kominfosanti Buleleng Luncurkan RAKSA SANDI

BALIOKE.CO – Untuk memperkuat tata kelola keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng melalui  Bidang Persandian dan Statistik, mengembangkan inovasi RAKSA SANDI (Risiko, Aset, Keamanan dan Standarisasi Keamanan Informasi) yang merupakan Dashboard yang dikembangkan pada Portal ePUDAK (Sistem Pusat Data Aplikasi).

Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Komang Ery Marta Pariata, ST saat dihubungi di ruang kerjanya, Jumat (09/10) menyampaikan, RAKSA SANDI merupakan instrumen tata kelola keamanan informasi berbasis risiko yang dirancang untuk membantu organisasi dalam memetakan kondisi keamanan informasi, mengidentifikasi aset informasi strategis, menganalisis risiko, memantau kerentanan, mengendalikan mitigasi, serta mendukung penanganan insiden keamanan informasi secara lebih terintegrasi.

“Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap semakin meningkatnya ketergantungan penyelenggaraan pemerintahan terhadap teknologi informasi,” Ungkap Ery Marta. Kondisi tersebut menuntut adanya pengelolaan keamanan informasi yang tidak hanya bersifat reaktif ketika terjadi insiden, tetapi juga mampu dilakukan secara preventif, terukur, berbasis risiko, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Ahmad Muzani: Prabowo Instruksikan Bantu Korban Banjir Kalteng

Melalui RAKSA SANDI, informasi yang sebelumnya tersebar pada berbagai proses dan unit kerja diarahkan untuk dapat dipetakan secara lebih sistematis. Instrumen ini mengintegrasikan beberapa aspek penting, mulai dari inventarisasi aset, profil risiko, assessment keamanan, kerentanan sistem, backup, penanganan insiden, mitigasi, hingga review dan evaluasi keamanan informasi.

“RAKSA SANDI dikembangkan melalui beberapa pusat pengelolaan informasi, yaitu Assessment Center, Vulnerability Center, Backup Center, Incident Response Center, dan Review Center. Masing-masing pusat memiliki fungsi yang saling terhubung untuk memberikan gambaran kondisi keamanan informasi secara lebih menyeluruh,” tambah Ery Marta.

Baca Juga  Milad ke-70 UMJ Teguhkan Sinergi, Kolaborasi, dan Kontribusi untuk Peradaban Bangsa

Keberadaan RAKSA SANDI juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Dinas Kominfosanti, pengelola sistem informasi perangkat daerah, BULELENGKAB-CSIRT, serta pemangku kepentingan lainnya, seperti Inspektorat termasuk dalam proses identifikasi risiko, serta tindak lanjut kerentanan, penanganan insiden, dan evaluasi pengamanan sistem informasi.

Selain mendukung pengelolaan teknis keamanan informasi, RAKSA SANDI dirancang sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan pimpinan. Data dan informasi yang tersaji dapat membantu menentukan prioritas pengamanan berdasarkan tingkat risiko, kondisi aset, kerentanan, serta kebutuhan mitigasi masing-masing sistem informasi. Dalam pengembangannya, RAKSA SANDI juga diarahkan untuk mendukung pengukuran dan penguatan keamanan informasi melalui Indeks Keamanan Informasi (KAMI) dan Indeks Kematangan Keamanan Siber dan Sandi (IKASANDI) serta penguatan koordinasi dengan pihak terkait yang menjadi instrumen penilaian indeks Pemerintah Digital (PEMDI).

Baca Juga  Mempererat Silaturahmi, Ketua SMSI Undang Danlanal Letkol Banten

“Dengan pendekatan tersebut, RAKSA SANDI diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah dashboard atau aplikasi, tetapi menjadi instrumen perubahan cara kerja dalam tata kelola keamanan informasi Pemerintah Kabupaten Buleleng—dari yang sebelumnya bersifat reaktif menuju pengelolaan yang lebih terencana, terukur, kolaboratif, dan berbasis risiko,” tutup Ery Marta.

Melalui implementasi RAKSA SANDI, Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya tata kelola keamanan informasi yang aman, andal, terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan, guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan digital di Kabupaten Buleleng.

News Feed