oleh

BPBD DKI Jakarta Hadirkan Gerakan Abang Monas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta membuat suatu langkah inovatif melalui gerakan yang dinamakan Abang Monas (Ayo Bantu Ngumpulin Mainan dan Boneka untuk Penyintas).

Gerakan ini sejalan dengan fungsi BPBD dalam pemulihan sosial pascabencana kepada para penyintas, khususnya bagi anak-anak.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, gerakan ini merupakan sebuah upaya untuk mengorganisir inisiatif masyarakat dalam mengumpulkan mainan dan boneka yang masih layak digunakan untuk selanjutnya diberikan kepada anak-anak penyintas bencana.

Baca Juga  Kaltim Raih Peringkat 1 Nasional di Sutami Award 2025

Gagasan Abang Monas ini mengusung prinsip ‘reuse’ menggunakan mainan dan boneka layak pakai untuk dimanfaatkan kembali dan ‘reduce’ yang berarti sejalan dengan misi pemerintah mengurangi sampah.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, penyintas anak-anak yang menerima mainan dan boneka merasa didukung secara emosional,” ujar Isnawa, Senin (26/9).

Isnawa menyampaikan, gerakan ini mulai disosialisasikan ke masyarakat melalui media sosial BPBD DKI Jakarta dan juga pada perayaan Hari Pramuka pada 10-11 September 2022 lalu.

Baca Juga  Ketua DPRD Medan Terima Aspirasi Cipayung Plus

“Kami juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan eksibisi Jakarta Innovation Days untuk mengajak masyarakat dalam gerakan Abang Monas di Gedung Balai Kota DKI Jakarta pada 27-28 September 2022,” sambungnya, dilansir beritajakarta.id.

Ia menuturkan, Jakarta sebagai sebuah kota metropolitan dengan ancaman berbagai macam bencana seperti kebakaran dan banjir, memiliki tantangan tersendiri. Di antaranya aspek-aspek kehidupan sebagai dampak terjadinya bencana seperti, aspek fisik, sosial dan psikologis.

Baca Juga  Goong! Bazaar dan Festival Ramadhan 1442, Ramadhan Tiba, Ekonomi UKM Bangkit, Resmi Dibuka

Menurut Isnawa, bencana memiliki pengaruh besar secara psikologis kepada kelompok rentan. Salah satunya pada usia anak-anak, karena dapat menyebabkan rasa cemas dan takut setelah mengalami kejadian bencana.

“BPBD DKI berharap gerakan ini akan menjadi langkah yang dapat diikuti seluruh elemen masyarakat secara masif,” tandasnya. (*/cr1)

News Feed