BALIOKE.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan Perwakilan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Bali dalam rangka koordinasi awal pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Jumat (28/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kepala Disbudpar tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (SDPE). Koordinasi difokuskan pada penyelarasan program PkM dengan kebutuhan pengembangan desa wisata di Kabupaten Buleleng.
Dalam pembahasan, kedua pihak menyusun rencana pelatihan dan pembinaan yang relevan, mencakup penentuan lokus, waktu pelaksanaan, sasaran peserta, hingga aspek teknis dengan mempertimbangkan kesiapan lokasi dan dukungan anggaran.
Program PkM yang akan dilaksanakan Politeknik Pariwisata Bali merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas pengelola desa wisata melalui pelatihan pengembangan produk wisata dan tata kelola destinasi.
Tema yang direkomendasikan yakni “Peningkatan Kapasitas Pengelola Desa Wisata dalam Pengelolaan Destinasi, Penyusunan Paket Wisata, dan Storytelling.” Materi pelatihan meliputi pengelolaan destinasi, penyusunan paket wisata mulai dari identifikasi potensi hingga penentuan harga, serta teknik storytelling untuk mengemas potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat menjadi pengalaman wisata yang menarik.
Adapun desa wisata yang direkomendasikan sebagai lokasi kegiatan meliputi Desa Selat, Ambengan, Sambangan, Panji, Kayuputih, Gobleg, Gesing, Kalianget, Munduk Bestala, dan Wanagiri yang tersebar di Kecamatan Sukasada dan Banjar.
Kegiatan direncanakan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 30 peserta dari unsur pengelola desa wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pelaku pariwisata terkait. Sementara itu, jadwal dan lokasi pelaksanaan akan ditetapkan melalui koordinasi lanjutan.
Melalui sinergi ini, Disbudpar Buleleng dan Politeknik Pariwisata Bali berharap dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia pariwisata sekaligus mendorong pengembangan desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.











