oleh

Lengkapi Pojok Baca, 11 SD di Badung Terima Bantuan Buku GLN dari Kemendikdasmen

BALIOKE.CO – Upaya memperkuat budaya literasi di satuan pendidikan Kabupaten Badung terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bantuan buku pengayaan pendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) disalurkan kepada 11 sekolah dasar di Kabupaten Badung.

Setiap sekolah menerima rata-rata sekitar 200 eksemplar buku bacaan bermutu yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya koleksi perpustakaan maupun mendukung berbagai kegiatan literasi di lingkungan sekolah. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap satuan pendidikan yang membutuhkan penguatan dalam aspek literasi, termasuk berdasarkan hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Kehadiran koleksi buku baru di sekolah diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bacaan bagi peserta didik. Buku dengan beragam tema, cerita, ilustrasi, dan pengetahuan menjadi sarana penting untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak.

Baca Juga  PBNU: “Kebijakan Jenderal Dudung Pro Rakyat membuat TNI semakin dicintai Rakyat”

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kemendikdasmen dalam penguatan budaya literasi di Kabupaten Badung. Menurutnya, pemberian buku tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap Gerakan Literasi Nasional serta upaya bersama dalam mewujudkan generasi muda yang gemar membaca, berpengetahuan, dan berkarakter.

Bantuan buku tersebut juga mulai dimanfaatkan oleh sekolah untuk melengkapi fasilitas literasi yang telah tersedia. SD No. 6 Abiansemal, misalnya, memanfaatkan buku-buku bantuan untuk melengkapi Pojok Baca dan Perpustakaan Sekolah. Kehadiran koleksi bacaan yang lebih beragam diharapkan dapat membantu membiasakan siswa membaca serta menjadikan aktivitas literasi sebagai bagian dari keseharian mereka.

Hal senada disampaikan oleh Kepala SD No. 2 Dharmasaba. Menurutnya, tambahan buku bacaan memberikan manfaat bagi sekolah dalam mendukung peserta didik untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas. Koleksi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber bacaan pendamping sekaligus menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk lebih aktif membaca dan mengeksplorasi informasi.

Baca Juga  Kemenko Polkam Wujudkan Optimalisasi Demokrasi Melalui Rakornas Evaluasi Capaian IDI

Manfaat bantuan tersebut juga dirasakan langsung oleh para siswa. Bagi mereka, buku-buku yang diterima memiliki tampilan yang menarik, penuh warna, dilengkapi gambar, serta menghadirkan berbagai cerita yang menyenangkan untuk dibaca. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang dapat mendorong tumbuhnya minat membaca sejak usia sekolah dasar.

Lebih dari sekadar menambah koleksi perpustakaan, keberadaan buku bacaan bermutu diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang lebih hidup di lingkungan sekolah. Kebiasaan membaca yang tumbuh sejak dini dapat membantu peserta didik memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan memahami informasi, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Penguatan literasi juga memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Peserta didik yang memiliki kebiasaan membaca akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal berbagai pengetahuan dan perspektif, sehingga dapat mendukung perkembangan kemampuan akademik maupun pembentukan karakter.

Baca Juga  Membangkitkan Kembali Spirit Pasal 33 UUD 1945 Di Era Multipolar

Disdikpora Kabupaten Badung berharap bantuan buku dari Kemendikdasmen dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh sekolah penerima. Guru, tenaga kependidikan, dan warga sekolah diharapkan dapat terus mengembangkan berbagai kegiatan kreatif yang menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi. Melalui akses terhadap bacaan yang berkualitas dan lingkungan belajar yang mendukung, Kabupaten Badung terus mendorong lahirnya generasi yang gemar membaca, luas wawasan, memiliki kecakapan literasi dan numerasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

 

News Feed