BALIOKE.CO – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperluas kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui gerakan Badung Peduli. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Safari Kesehatan sekaligus peluncuran program SIGAP EMAS (Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas) di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis, 3 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Selain menghadirkan pelayanan kesehatan, agenda ini menjadi momentum dimulainya kerja sama lintas lembaga melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mendukung pelaksanaan program SIGAP EMAS.
Program tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan perhatian terhadap anak-anak yang berada bersama ibunya di lingkungan pemasyarakatan. Masa usia dini merupakan periode penting dalam pertumbuhan anak sehingga membutuhkan dukungan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan psikologis, sosial, emosional, dan kebutuhan pendidikan.
Peluncuran SIGAP EMAS turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Andi Wijaya Rivai beserta jajaran. Hadir pula pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), serta perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung.
Dari pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan hadir Kepala Lapas Ni Luh Putu Andiyani beserta jajaran. Kegiatan juga melibatkan akademisi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan perwakilan Gerakan Badung Peduli sebagai bagian dari upaya membangun pendampingan yang lebih komprehensif.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Badung memberikan perhatian khusus terhadap kondisi anak-anak yang harus menjalani masa awal kehidupannya bersama ibu di dalam lapas. Ia menilai bahwa kondisi tersebut membutuhkan pendekatan yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, terutama ketika anak harus memasuki tahap kehidupan di luar lingkungan pemasyarakatan.
Bunda PAUD Badung juga menyoroti pentingnya mempersiapkan proses transisi bagi anak secara bertahap. Mengingat adanya batas usia bagi anak yang dapat tinggal bersama ibu di lapas, proses perpindahan lingkungan perlu memperhatikan kesiapan psikologis anak. Pengenalan terhadap lingkungan luar dan interaksi dengan keluarga secara berkala dapat menjadi salah satu bentuk dukungan agar anak lebih siap menghadapi perubahan.
Selain memberikan perhatian terhadap anak, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi berbagai program pembinaan kemandirian yang dilakukan di Lapas Perempuan Kerobokan. Produk yang dihasilkan warga binaan, mulai dari olahan pangan hingga kerajinan, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
Bunda PAUD Badung menegaskan bahwa pelaksanaan SIGAP EMAS perlu dikawal secara berkelanjutan. Penandatanganan kerja sama diharapkan menjadi awal dari pelaksanaan program yang konsisten, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi anak maupun warga binaan.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Badung, perangkat daerah, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, akademisi, dan Gerakan Badung Peduli, berbagai bentuk pendampingan akan terus diperkuat. Di antaranya pemeriksaan kesehatan berkala, layanan Posyandu, pendampingan psikologis anak, serta pengembangan keterampilan bagi warga binaan.
Program SIGAP EMAS diharapkan menjadi wujud nyata keberpihakan terhadap anak dalam kondisi khusus. Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh secara sehat, aman, mendapatkan kasih sayang, serta berkembang sesuai dengan potensinya.
Bagi Bunda PAUD Badung, membangun generasi berkualitas harus dimulai dengan memastikan kebutuhan anak terpenuhi sejak usia dini, tanpa membedakan latar belakang dan kondisi lingkungan tempat mereka berada. Melalui sinergi yang berkelanjutan, SIGAP EMAS diharapkan mampu menghadirkan pendampingan yang lebih manusiawi sekaligus memperkuat komitmen Badung dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang setiap anak.










