oleh

Lomba Desa 2026 di Badung: Gulingan Juara, Jadi Tolok Ukur Kualitas Pengelolaan Desa

BALIOKE.CO – Lomba Desa 2026 di Kabupaten Badung tidak sekadar menjadi ajang penghargaan bagi desa dengan capaian terbaik. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pemacu pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa.

Tahun ini, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, meraih juara pertama dalam Lomba Desa tingkat Kabupaten Badung. Posisi berikutnya ditempati Desa Blahkiuh sebagai juara kedua, Desa Ungasan juara ketiga, Desa Dalung juara keempat, dan Desa Pelaga juara kelima.

Penghargaan kepada para pemenang diserahkan Bupati Badung Adi Arnawa dalam rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat (14/8/2026).

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Badung, Gede Darmawan, mengatakan Lomba Desa merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

Baca Juga  Ketum SMSI Firdaus dan JAM Intel Kejagung Reda Mathovani Bahas Sinergi Kejagung, ABPEDNAS dan SMSI Sukseskan Jaga Desa dan Jaga Dapur MBG

“Lomba Desa merupakan sarana untuk mengevaluasi tingkat perkembangan desa,” kata Darmawan.

Penilaian mencakup tiga bidang utama, yakni pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan. Aspek yang dinilai antara lain administrasi dan tata kelola pemerintahan, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai indikator perkembangan desa.

Menurut Darmawan, evaluasi tersebut sekaligus mendorong desa mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tahun ini, lima desa dari lima kecamatan mengikuti penilaian tingkat Kabupaten Badung. Masing-masing desa merupakan perwakilan kecamatan berdasarkan hasil evaluasi di tingkat kecamatan.

Baca Juga  Spektrum - Jaga Habitat Elang Inspirator Garuda di Gede Pangrango

“Setiap tahun itu tergantung hasil evaluasi di kecamatan. Kecamatan juga melakukan evaluasi, yang menurut mereka terbaik tahun ini di kecamatan, dikirim ke kabupaten,” ujar Darmawan.

Desa Gulingan sebagai peraih juara pertama selanjutnya akan mewakili Kabupaten Badung dalam penilaian Lomba Desa tingkat Provinsi Bali.

Darmawan menegaskan, pembinaan desa oleh DPMD Badung tidak hanya dilakukan menjelang pelaksanaan lomba. Pembinaan berlangsung secara rutin dan mencakup administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan dan aset desa, profil desa, evaluasi perkembangan desa, BUMDesa, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Karena itu, Lomba Desa menjadi salah satu instrumen untuk melihat sejauh mana hasil pembinaan tersebut diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Baca Juga  Setelah Viral Akhirnya Ada Sikap Tegas dari Kasad: Siswa Dikmata Keturunan Myanmar Segera Dilantik Jadi Prajurit

“Ini ajang evaluasi terhadap pemerintah desa, untuk mengukur sejauh mana pembinaan-pembinaan tersebut sudah diimplementasikan di desa,” katanya.

Hasil evaluasi juga dapat menjadi dasar bagi desa untuk melakukan perbaikan. Capaian yang sudah baik dapat dipertahankan, sementara aspek yang masih lemah menjadi bahan pembinaan pada periode berikutnya.

Darmawan mengatakan seluruh proses tersebut pada akhirnya bermuara pada tujuan pembangunan desa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Desa, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kualitas hidup manusia, dan menanggulangi kemiskinan.

“Semua yang dilaksanakan oleh pemerintah desa mulai dari pelayanan, administrasi, pemberdayaan, pembangunan itu semua ujung-ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Darmawan.

 

News Feed