oleh

Penyuluh Agama Hindu Ajak Remaja Maknai Tumpek Krulut Lewat Seni Dharmagita

BALIOKE.CO – Penyuluh Agama Hindu, Ni Kadek Mardiasni, memberikan bimbingan rohani kepada kelompok remaja Hindu di Panti Asuhan Tat Twam Asi, Denpasar, melalui kegiatan bertema “Memaknai Tumpek Krulut Melalui Seni Dharmagita”.

Kegiatan diawali dengan praktik melantunkan Kidung Sekar Madia sebagai bagian dari seni Dharmagita, kemudian dilanjutkan dengan dialog keagamaan yang mengulas makna Hari Suci Tumpek Krulut dalam ajaran Hindu.

Baca Juga  Bupati Jembrana Bertemu Kajati Bali, Bahas Sinergi Penegakan Hukum dan Tata Kelola Daerah

Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa Tumpek Krulut merupakan Hari Kasih Sayang bagi umat Hindu. Istilah krulut berasal dari kata lulut yang bermakna kasih sayang. Hari suci ini juga menjadi momentum untuk memuja Sang Hyang Iswara sebagai manifestasi Tuhan dalam seni, suara, dan keindahan. Melalui peringatannya, umat diajak menyelaraskan rasa, nada, dan harmoni sebagai wujud keseimbangan dalam kehidupan.

Baca Juga  Jaya Negara Hadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Tegaskan Komitmen Lestarikan Adat dan Budaya Bali

Ni Kadek Mardiasni menjelaskan bahwa Dharmagita tidak hanya menjadi media pelestarian seni keagamaan, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada generasi muda. Setiap syair suci yang dilantunkan mengandung ajaran yang dapat memperkuat sradha dan bhakti sekaligus menginternalisasikan nilai Tat Twam Asi sebagai landasan kasih sayang, toleransi, dan kehidupan yang harmonis.

Baca Juga  BAZNAS Awards 2025 Beri Penghargaan kepada 906 Penggerak Zakat

Melalui pembinaan ini, diharapkan generasi muda Hindu semakin memahami makna Hari Suci Tumpek Krulut, memperkuat literasi keagamaan, serta berperan aktif dalam melestarikan seni dan budaya Hindu sebagai bagian dari warisan spiritual dan budaya bangsa.(***)

News Feed