BALIOKE.CO – Umat Buddha punya cara sendiri untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka melakukan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat melalui Gerakan Bersih-Bersih Rumah Ibadah Buddha.
Gerakan ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia. Untuk wilayah Jakarta, aksi bersih-bersih Rumah Ibadah Agama Buddha (RIAB) berlangsung di Wihara Satrya Dharma di Teluk Gong, Jakarta Utara. Untuk wilayah Bekasi, acara bertempat di Vihara Buddha Jayanti, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini berlangsung dengan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan rumah ibadah. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menyampaikan bahwa gerakan membersihkan rumah ibadah adalah bentuk rasa syukur serta bakti kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam aksi nyata.
“Kita tahu bahwa sebentar lagi kita akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan untuk tahun 2026 ini adalah jatuh yang ke-81. Sebagai rasa syukur kita terhadap bangsa dan negara, nah tentu selain kita menunaikan secara ritual juga kita perlu wujudkan dalam bentuk aktivitas yang nyata,” tutur Supriyadi di Wihara Satrya Dharma, Jakarta Utara, Jumat (14/8/2026).
“Karena kita bekerja di lingkup Kementerian Agama, maka pada kesempatan kali ini kami mengajak kepada seluruh jajaran, pusat dan daerah, juga seluruh pemimpin lembaga keagamaan untuk membersihkan rumah ibadah masing-masing,” sambungnya.
Dalam pandangan Supriyadi, aksi yang dilaksanakan secara serentak nasional tersebut dapat juga dimaknai sebagai sebuah simbolisasi bagi umat Buddha untuk membersikan kilesa (kekotoran batin) yang ada dalam diri.
Pembina Yayasan Wihara Satrya Dharma Wisadha, Ami Swanto Winata, mengatakan bahwa gerakan mebersihkan rumah ibadah ini adalah berada dalam momentum yang tepat yakni dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia berharap agar negara Indonesia semakin baik, dan kerukunan umat beragama tetap hidup rukun. Selain itu, dirinya juga berpesan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar selalu terbina persaudaraan.
Terpisah, Pengurus Vihara Buddha Jayanti Kabupaten Bekasi, Lanny Gumala, mengaku terharu atas terselenggaranya kegiatan bersih-bersih vihara dalam rangka menyambut HUT Ke 81 RI. Perhatian yang diberikan oleh Ditjen Bimas Buddha menjadi kesan tersendiri bagi pengurus dan umat Buddha di Vihara Buddha Jayanti.
“Kesannya saya merasa terharu gitu ya. Dari Kementerian Agama didatangkan, (kami merasa) diperhatikan untuk acara bersih-bersih ini. Dan sangat berterima kasih Ibu Ayu yang sudah merekomendasikan semuanya teman-teman pejabat-pejabat serta jajarannya. Saya sangat berterima kasih atas acara ini,” ungkap Lanny Gumala.
Momentum menyambut HUT ke-81 RI juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada umat Buddha di Indonesia agar terus menjaga persatuan dan kedamaian. Semangat kemerdekaan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk hidup berdampingan dengan membawa cinta kasih serta pesan damai kepada sesama.
“Pesan-pesannya, mari umat Buddha semua, kita bersatu. Apalagi di momen 17 Agustus ini, semuanya bersatu. Kita (semua) saling damai, masing-masing membawakan cinta kasih, pesan damai kepada sesama. Supaya kita, negara kita semakin aman, tenang semua,” pesannya.
Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 198 Tahun 2026, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha mendorong pelaksanaan kegiatan ekoteologi dan gerakan bersih-bersih rumah ibadah agama Buddha. Kegiatan juga dapat melibatkan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha, Dhammasekha, dan sekolah melalui kegiatan kebersihan lingkungan serta penerapan prinsip 3R atau Reduce, Reuse, Recycle.











