oleh

Bupati Kembang Apresiasi Gotong Royong Krama Desa Adat Ekasari dalam Karya Agung

BALIOKE.CO – Puncak Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Ekasari, Jembrana, berlangsung labdakarya pada Selasa (11/8).

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turut ngupasaksi pelaksanaan karya tersebut. Ia juga menyerahkan bantuan Pemerintah Kabupaten Jembrana sebesar Rp200 juta serta sumbangan pribadi berupa satu ekor kerbau suci.

Baca Juga  KMB Gencarkan Konsolidasi untuk Percepat Revisi Perda Kebudayaan Betawi

Kembang mengapresiasi keterlibatan krama Desa Adat Ekasari yang bergotong royong sejak persiapan hingga pelaksanaan karya. Menurut dia, kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi dan kehidupan sosial masyarakat Bali.

“Rasa bangga dan syukur melihat kebersamaan krama menjalankan karya suci ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa melimpahkan kerahayuan serta kelancaran untuk seluruh rangkaian upacara, sekaligus menguatkan tali persaudaraan dan sradha bhakti kita bersama,” kata Kembang.

Baca Juga  Jalin Silahturami dan Toleransi Umat Beragama Wawali Arya Wibawa Buka Turnamen Tenis Meja MPUK Denpasar

Bendesa Adat Ekasari I Ketut Muliana mengatakan, pelaksanaan karya tersebut tidak lepas dari dukungan dan partisipasi krama. Gotong royong, kata dia, menjadi kekuatan utama hingga seluruh rangkaian upacara dapat terlaksana.

“Pelaksanaan karya ini menjadi bukti kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga melalui kegiatan keagamaan,” ujar Muliana.

Baca Juga  Gelar FGD, Tim Riset SMSI Perkuat Kajian Usulan Margono Djojohadikosomo sebagai Pahlawan Nasional

Karya Agung tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi krama Desa Adat Ekasari untuk menjalankan kewajiban keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga adat dan tradisi Bali.

News Feed