oleh

Pemkot Denpasar Libatkan Seniman dalam Penataan Kawasan Strategis Kota

BALIOKE.CO – Pemerintah Kota Denpasar mulai mematangkan rencana penataan kawasan pusat kota sebagai upaya memperkuat identitas kota, meningkatkan kenyamanan ruang publik, serta mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Salah satu kawasan yang menjadi prioritas adalah Jalan Gajah Mada. Penataan juga mencakup sejumlah titik strategis dan landmark kota, seperti kawasan Catur Muka, Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tambrin, serta kawasan Suci.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan penataan kawasan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang karena sejumlah lokasi memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat bagi perkembangan Kota Denpasar.

Hal itu disampaikan Jaya Negara dalam diskusi bersama sejumlah seniman Kota Denpasar di Bhineka Djaya, Selasa (4/8).

Menurut dia, pelibatan seniman menjadi bagian penting dalam proses penataan agar perubahan kawasan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mampu mempertahankan nilai sejarah dan memperkuat identitas kota.

Baca Juga  Puluhan Ribu Masyarakat Sulsel Hadiri Jalan Sehat Bersama Cawapres Gibran

“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Karena itu, masukan dari para seniman sangat penting,” ujar Jaya Negara.

Ia mengatakan kawasan strategis di pusat kota diharapkan dapat menjadi landmark baru yang representatif serta menciptakan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Dalam penataan Jalan Gajah Mada, Pemkot Denpasar juga melibatkan para pemilik toko di sepanjang kawasan tersebut. Pemerintah daerah telah melakukan komunikasi dan diskusi untuk menyerap masukan dari para pelaku usaha.

“Penataan akan mencakup wajah kawasan serta pedestrian. Harapannya, kawasan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar dapat kembali hidup dan menjadi ruang kota yang menarik bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Bahas Dialog Nasional Ketahanan Ekonomi, Forum Masyarakat Indonesia Emas 2045 Lakukan Audensi dengan IPHI

Pemilik Toko Bhineka Djaya, Wirawan Tjahjadi, menyambut baik rencana penataan tersebut. Ia menilai pembenahan kawasan dapat memberikan suasana baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di pusat kota.

“Kami sangat setuju dengan adanya penataan wajah kota ini, terutama di sepanjang Jalan Gajah Mada. Bahkan, untuk menjadi percontohan, bagian depan toko kami siap digunakan,” ujarnya.

Seniman Kota Denpasar I Komang Gede Sentana Putra atau Kedux juga mendukung rencana tersebut. Menurut dia, penataan kota perlu dilakukan secara berkala dengan tetap menjaga nilai sejarah yang melekat pada kawasan.

“Secara pribadi saya sangat mendukung. Wajah kota wajib dirawat, bukan diganti secara total. Karena di dalamnya ada sejarah awal terbentuknya kota,” kata Kedux.

Ia menilai kawasan pusat kota memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus pusat aktivitas ekonomi baru.

Baca Juga  ​Menjemput Dana Repatriasi Rp 10.000 Triliun untuk Kemandirian Industri

“Harapannya kawasan ini bisa menjadi destinasi dan pusat perputaran ekonomi. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tetapi bisa datang, menikmati suasana, dan berlama-lama di kawasan ini,” ujarnya.

Kedux menambahkan, konsep penataan masih terus dikaji untuk menemukan karakter khas setiap kawasan. Salah satunya kawasan Patung Kuda yang direncanakan dapat dikembangkan dengan material yang lebih permanen serta dilengkapi ruang publik seperti area duduk dan titik aktivitas masyarakat.

Selain aspek estetika, penataan juga akan memperhatikan fasilitas pendukung seperti toilet, ruang duduk, dan area yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas.

Melalui penataan tersebut, Pemkot Denpasar berharap kawasan pusat kota dapat menjadi ruang publik yang lebih hidup, mempertahankan nilai sejarah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan daya tarik wisata kota.(**)

News Feed